Rabu, 07 April 2010

Makalah Hukum Perdata PT Portanigra Versus Warga Meruya

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seperti yang kita ketahui bersama setiap Negara pasti memiliki hukum yang mengatur segala sesuatu yang terjadi antara masyarakat didalamnya. Termasuk Negara kita, Negara Republik Indonesia yang juga berdasarkan pada hukum yang mengatur semua aspek dalam kehidupan bermasyarakat. Hukum yang bersifat mengikat dan memaksa ini diwujudkan dalam perundang-undangan yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Saat ini sumber hukum yang berlaku di Negara Indonesia adalah Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Selain mengatur hubungan antara masyarakat didalamnya, Undang-Undang ini juga mengatur penyelesaian masalah yang terjadi di dalam masyarakat.
Salah satu Hukum yang juga berlaku di Indonesia adalah Hukum Perdata. Hukum Perdata adalah rangkaian peraturan-peraturan hukum mengatur hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain yang mentitikberatkan kepada kepentingan perseorangan. Hukum Perdata yang bersumber keada Kitab Undang-Undang Hukum Sipil (KUHS) terdiri dari empat bagian, yaitu Hukum Perorangan, Hukum Keluaga, Hukum Harta Kekayaan, dan juga Hukum Waris.
Pada makalah ini kami akan membahas tentang Hukum Harta Kekayaan dalam aturan Hukum Perdata yang lebih menitikberatkan kepada Hukum Perikatan di dalamnya. Banyak sekali contoh-contoh dari perkara yang berhubungan dengan Hukum Perikatan di Indonesia. Salah satunya ialah kasus persengketaan tanah Meruya Udik, yang sekarang sudah berganti nama menjadi Meruya Selatan. Hal ini memang sudah menjadi persoalan biasa yang terjadi di Indonesia.
Dengan hukum yang tidak dijalankan dengan baik, bukan saja ada mafia hukum yang sekarang sedang hangat diperbincangkan dalam kasus Hotel Prodeo Artalita, betapa dalam kasus sengketa ini kita juga bisa menemukan mafia pertanahan yang melibatkan lembaga peradilan kita.
Kasus ini bermula ketika PT Portanigra membeli tanah seluas 44 ha kepada warga Meruya yang saat itu diwakili oleh Djuhri bin Geni sebagai koordinator. Namun ternyata setelah pembelian tanah oleh PT Portanigra, Djuhri ingkar janji dan menjual tanah yang seharusnya sudah menjadi hak milik PT Portanigra tersebut kepada pihak lain.
Djuhri mengaku bahwa ia menjual tanah tersebut berdasarkan perintah dari Camat Kebon Jeruk yang merencanakan bahwa tanah tersebut nantinya akan dijadikan sebagai tempat relokasi warga atas pembebasan banjir Kanal Barat oleh Pemda. Berdasarkan perintah camat itulah, Djuhri menjual tanah tersebut kepada beberapa pihak, seperti Pemda sebesar 15 Ha pada tahun 1974, PT Labarata sebesar 4 Ha pada tahun 1974, Intercon sebesar 2 Ha pada tahun 1975, Copylas sebesar 2,5 Ha pada tahun 1975, Junus Djafar sebesar 2,2 Ha pada tahun 1975, dan juga BRI sebesar 3,5 Ha pada tahun 1977.
PT Portanigra akhirnya mengetahui kelakuan Djuhri yang tanpa persetujuan mereka menjual tanah yang sudah menjadi hak milik mereka. PT Portanigra pun menyerahkan girik mereka sebanyak 357 map untuk dijadikan bukti kepada Operasi Pemulihan Kemanan dan Ketertiban.
Setelah itu Djuhri Cs pun akhirnya mendapatkan hukuman pidana atas tindak kejahatan dengan dasar penipuan, penggelapan, dan pemalsuan tanah yang diperbuatnya.
Tetapi kasus ini ternyata tidak selesai sampai disitu saja. Bertahun-tahun kemudian, yaitu tahun 1996 PT Portanigra kembali menggugat Djuhri berdasarkan kasus perkara kasus perdata. Penggugatan ini dilakukan oleh PT Portanigra karena Djuhri Cs yang pada tahun-tahun sebelumnya berjanji akan mengembalikan tanah tersebut tidak kunjung memenuh janjinya.
Kasus ini berubah menjadi semakin rumit. Dikatakan rumit karena tanah yang menjadi sengketa antara PT Portanigra dan juga Djuhri Cs saat itu sudah dipenuhi oleh pemukiman warga yang mengaku memiliki sertifikat tanah atas bangunan rumah yang dimilikinya.
Pada bulan Maret 1997 setelah mengajukan gugatan perdata kepada Djuhri cs, akhirnya Pengadilan Negeri mengabulkan permohonan penetapan sita jaminan Portanigra. Tetapi ternyata di bulan April 1997, Pengadilan Negeri Jakarta Barat menyatakan bahwa gugatan Portanigra tidak dapat diterima. Pernyataan PN Jakarta Barat ini kembali dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi yang juga menyatakan tidak dapat menerima gugatan pada bulan Oktober 1997.
Akhirnya pada tanggal 31 Maret tahun 2000 dan 26 Juni 2001 Mahkamah Agung menerima kasasi dari Portanigra. Setelah bertahun-tahun, pada bulan April 2007 diadakanlah rapat oordinasi pelaksanaan eksekusi pengosongan Tanah Meruya Selatan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Dan pada tanggal 21 Mei 2007 dicapailah keputusan bahwa akan diadakan eksekusi lahan sebesar 15 ha, yang akan diberikan kepada PT Portanigra.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimana kasus persengketaan tanah ini dilihat dari sisi mafia pertanahan yang sering terjadi di Indonesia?

1.2.2 Apakah landasan yang membuat Mahkamah Agung (MA) menerima gugatan PT Portanigra pada hal pada Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi gugutannya ditolak?

1.3 Tujuan

 Kasus yang terjadi selama kurang lebih 30 tahun ini tidak hanya melibatkan dua pihak, tetapi melibatkan banyak pihak. Selain itu, proses peradilan yang terjadi berlangsung dengan lambat tanpa adanya perkembangan yang signifikan. Sehingga, dalam kurun waktu yang panjang menyebabkan kasus persengketaan in semakin rumit.
 Kemenangan yang didapatkan PT Portanigra dianggap janggal. Hal ini disebabkan oleh gugatan yang diterima oleh Mahkamah Agung tanpa melewati peradilan ditingkat sebelumnya, yakni Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi.
 Kasus ini menarik karena kasus ini bertempat di tempat yang melibatkan hajat hidup orang banyak, uaitu masyarakat Meruya Selatan yang sudah puluhan tahun tinggal di tempat persengketaan tersebut.
 Di dalam kasus ini terdapat pula lempar tanggung jawab yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Jakarta yang memberikan sertifikat tanah dan juga Badan Pertanahan Nasional.
 Kasus ini melibatkan lembaga Internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Disamping lembaga Internasional, kasus ini juga ternyata menjadi sorotan media Internasional, seperti CNN Amerika, BBC London, VOA Amerika, dan juga Al Jazeera.
 Mengetahui bagaimana tata cara dalam membeli suatu tanah berupa pembebasannya.
 Sebagai pembelajaran agar kita lebih teliti dalam memahami bagaimana keadaan Hukum di Indonesia yang kenyataannya tidak sesuai dengan teori-teori yang ada.

1.4 Manfaat Penulisan

1.4.1 Manfaat Akademis


1.4.2 Manfaat Praktis


1.5 Sistematika Penulisan

1.4.1 BAB I PENDAHULUAN
1.4.1.1 Latar Belakang
Berisikan mengenai apa yang melatarbelakangi kasus persengketaan tanah di Meruya.
1.4.1.2 Rumusan Masalah
Berisikan masalah-masalah apa yang ingin dibahas dan dianalisis dari kasus persengketaan tanah di Meruya.
1.4.1.3 Tujuan
Berisikan mengenai alasan mengapa memilih kasus persengketaan tanah di Meruya.
1.4.1.4 Sistematika Penulisan
Berisikan mengenai sistematika penulisan pada makalah ini

1.4.2 BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini dibahas mengenai teori-teori yang digunakan pada kasus ini serta sistem hukum yang terjadi didalam kasus ini dengan mencantumkan pasal-pasal yang berkenaan dengan kasus sengketa tanah di Meruya.

1.4.3 BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini menguraikan pembahasan yang dipertanyaankan dalam rumusan masalah dan menganalisis hukum perdata dan peradilan yang terjadi dalam kasus persengketaan tanah di Meruya.

1.4.4 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini menyimpulkan hasil pembahasan dari kasus persengketaan tanah di Meruya.

Selasa, 06 April 2010

PROPOSAL "WECARE"

Latar Belakang

Nama Company : WECARE
Tanggal berdiri : 13 Juni 2009
Alamat : Jalan Salvia blok UK no 16 sektor 1-2 Ext
Komplek Griya Loka BSD City
Telepon : 021-5375275
Website : http://wecareindonesia.org
Email : ajivirna@wecareindonesia.org



WECARE merupakan sebuah organisasi peduli lingkungan hidup yang baru saja didirikan pada tanggal 13 juni 2009. latar belakang didirikannya organisasi WECARE karena keprihatinan kami terhadap lingkungan hidup yang semakin buruk dan tidak nyaman. Jika ingatan kita tertuju kembali ke 10 tahun yang lalu, Indonesia terkenal dengan alam yang subur. Namun, akhir-akhir ini, berita penggundulan hutan marak di mana-mana. Akibatnya, sumber air menjadi berkurang, suasana panas, cadangan oksigen pun ikut menipis. Kita sadari atau tidak, bila hal tersebut kita biarkan begitu saja berarti kita telah mewariskan lingkungan yang buruk kepada anak cucu kita bahkan mungkin akan lebih buruk dari sekarang. Untuk itulah kita bentuk organisasi peduli lingkungan hidup ini. Organisasi WECARE lebih memfokuskan pada penanaman dan pelestarian pohon. Kenapa penanaman? karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa banyaknya penebangan ilegal telah membuat hutan menjadi gundul. Setelah ditanam, maka pohon-pohin tersebut kita lestarikan agar terus rindang dan dapat menjadi paru-paru dunia

Visi
Menjadi sebuah organisasi yang mampu membantu mewujudkan lingkungan hidup yang sehat, aman, nyaman untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Misi
1. mensosialisasikan program-program penghijauan
2. memberikan penyuluhan, himbauan tentang pentingnya penanaman pohon
3. menghimbau masyarakat untuk melestarikan pohon-pohon yang ada di lingkungan
sekitar

Campaign
Tema : penanaman dan pelestarian pohon
Alasan :
- Lingkungan gersang.
karena banyaknya pembangunan perkantoran dan mal-mal, maka hal tersebut menyebabkan penyerapan air dalam tanah menjadi berkurang sehingga lingkungan menjadi gersang. Maka penanaman dan pelestarian pohon sangatlah diperlukan guna menyerapan air dalam tanah menjadi bertambah sehingga debit air menjadi kaya.
- Banyak penebangan ilegal
banyaknya penebangan ilegal dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak seimbang. Maka penanaman dan pelestarian pohon diperlukan guna menggantikan pohon-pohon yang sudah ditebang tersebut.


- Banjir
Karena pembangunan gedung-gedung tinggi yang tidak sesuai dengan perencanaan yang sesuai telah menyebabkan jumlah tanah yang berfungsi sebagai penyerapan air hujan menjadi berkurang sehingga hal tersebut dapat menyebabkan banjir. Ditambah dengan debit hujan yang terus menerus, maka banjir pun tidak dapat dihindari. Penanaman pohon dapat mencegah adanya banjir tersebut
- Terlalu panas
Adanya fenomena Global Warming yang terjadi dapat menyebabkan bumi menjadi semakin panas. Dengan banyaknya penggunaan teknologi yang telah membuat lapisan ozon menjadi menipis sehingga panas matahari kebumi telah secara langsung memanasi bumi tanpa adanya perantara. Adanya penanaman pohon dapat membuat bumi menjadi lebih teduh.


Target Audience

- Demografi
Usia : 17-35 tahun
SES : A-B
Pekerjaan : Pelajar, mahasiswa, eksekutif muda
Pendidikan : SMU- perguruan tinggi

- Geografi
Wilayah : Jakarta dan sekitarnya
Tempat : Sekolah, kampus, kantor, pemukiman
Daerah : Jakarta



- Psikografi
Generasi muda yang tinggal dikota besar (metropolis) seperti Jakarta dan sekitarnya yang memiliki kesibukan tinggi.


Message Strategy
WECARE mempunyai slogan “small thing that matters” yang maksudnya adalah tindakan kecil dan sederhana seperti menanam satu benih pohon mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Dari benih yang kecil tersebut akan tumbuh sebuah pohon yang mempunyai banyak manfaat diantaranya mengurangi efek rumah kaca. Efek rumah kaca disebabkan oleh polutan gas CO2 yang lepas ke udara dan terakumulasi di atmosfer. Pohon adalah “pelahap” CO2 yang rakus.
Dalam pertumbuhannya, sebatang pohon membentuk masa batang, utamanya dari karbondisoksida yang diserap untuk fotosintesis. Sebatang pohon mampu menyerap 6 kg CO2/tahun. Karena itu 1 acre (± 4.047 m2) hutan berisi pepohonan muda menyerap 2,5 ton CO2/tahun.
Pohon mencapai kemampuan maksimalnya menyerap CO2 sekitar usia 10 tahun. Sebatang pohon yang ditanam di perkotaan (yang notabene memiliki kadar polusi CO2 lebih tinggi) setara nilainya dengan penyerapan CO2 oleh 15 pohon di hutan.
Meningkatkan kualitas air tanah. Pepohonan dapat mengurangi aliran permukaan (run-off), karena akarnya menyerap air yang jatuh ke tanah. Lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah artinya lebih banyak kesempatan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas air tanah. Hal ini juga mengurangi tercemarnya air tanah oleh bahan kimia yang ada di permukaan tanah.
Pepohonan membersihkan udara yang kita hirup. Partikel debu, CO, SO2, dan polutan-polutan lain akan diserap oleh tanaman sehingga kita bisa menghirup udara yang lebih baik kualitasnya.
Udara yang kering dan panas bisa diatasi dengan menanam pohon. Pepohonan akan menambah kelembaban atmosfer dan pada akhirnya bisa mengurangi konsumsi air (misalnya untuk menyiram tanaman). Mengurangi erosi tanah khususnya di lahan miring. Ketika hujan turun, akar pohon akan menyerap air. Jika tak ada yang menyerap, air yang mengalir di permukaan akan membawa serta lapisan tanah, khususnya lapisan atas tanah yang subur.
Ruang terbuka hijau. Jika diperhitungkan secara keseluruhan, pepohonan yang tumbuh di suatu kota bisa “mendinginkan” kota tersebut dan menjadi ruang terbuka hijau. Kota adalah pulau panas (heat island) yang suhunya 5—9 derajat lebih tinggi dari daerah suburban.
Dan setiap tahun, kota cenderung melakukan ekspansi ke daerah suburban. Dengan demikian pulau panas yang tercipta lama kelamaan makin besar. Pepohonan khususnya yang bertajuk besar mampu mendinginkan kota melalui bayangan tajuknya dan proses evapotransipasi yang melepaskan uap air ke udara.
Pepohonan yang ditanam di dekat badan air mencegah pendangkalan dan penyempitan badan air. Erosi oleh aliran permukaan akan membawa tanah lalu mengendapkannya di badan sungai dan laut. Selain itu pohon yang tumbuh di dekat air (misalnya jenis tanaman bakau) menyediakan habitat ideal bagi hewan air, misalnya kepiting.
Manfaat sebatang pohon:
Mengapa penghijauan perlu diperhatikan dan harus tetap dilaksanakan? Mengapa pepohonan harus tetap ditanam kembali dan dijaga kelestariannya?

Karena pohon adalah mahluk hidup yang tidak bias berjalan tetapi memberikan peran yang signifikan bagi mahluk yang berjalan.

Dari sebuah kajian penelitian, secara sederhana dapat disimpulkan semakin tinggi pohon yang tumbuh subur diatas tanah akan semakin memberi manfaat yang lebih diantaranya adalah menghasilkan oksigen (O2) 1,2 kilogram/pohon/hari.

Sementara itu fungsi pohon dibawah tanah diantaranya adalah menyerapkan air ketanah, mengikat butir-butir tanah, mengikat air dari pori tanah dengan kapilaritas dan tegakan permukaan.

Akar pohon menyerap air hujan ke tanah sehingga tidak mengalir sia-sia. Kemudian mengikat air dipori tanah dan menjadikan sebagai cadangan air di musim kemarau.

Sehingga ketersediaan air tanah secara berkesinambungan tetap terjaga dan menjadikan debiut mata air, sungai dan danau tetap besar, serta tidak terjadi kekeringan pada musim kemarau dan pada musim penghujan bencana banjir tidak terjadi.

Akar pohon juga mengikat buti-butir tanah sehingga dapat mencegah terjadinya erosi dan terjadinya tanah longsor.

Pohon-pohon dihutan mendaur ulang hujan dan membangun iklim mikro terjaga, kelembaban terkendali dan curah hujan turun.

QUALITATIVE

TEORI
Uses, Gratifications and Depedency
Salah satu dari teori komunikasi massa yang populer dan serimg diguankan sebagai kerangka teori dalam mengkaji realitas komunikasi massa adalah uses and gratifications. Pendekatan uses and gratifications menekankan riset komunikasi massa pada konsumen pesan atau komunikasi dan tidak begitu memperhatikan mengenai pesannya. Kajian yang dilakukan dalam ranah uses and gratifications mencoba untuk menjawab pertanyan : “Mengapa orang menggunakan media dan apa yang mereka gunakan untuk media?” (McQuail, 2002 : 388). Di sini sikap dasarnya diringkas sebagai berikut :
Studi pengaruh yang klasik pada mulanya mempunyai anggapan bahwa konsumen media, bukannya pesan media, sebagai titik awal kajian dalam komunikasi massa. Dalam kajian ini yang diteliti adalah perilaku komunikasi khalayak dalam relasinya dengan pengalaman langsungnya dengan media massa. Khalayak diasumsikan sebagai bagian dari khalayak yang aktif dalam memanfaatkan muatan media, bukannya secara pasif saat mengkonsumsi media massa(Rubin dalam Littlejohn, 1996 : 345).









JUDUL

PENGARUH INTERNET TERHADAP KINERJA KARYAWAN


1. NAMA : NATARINI
USIA : 25 TAHUN
PEKERJAAN : SEKRETARIS

2. NAMA : IRMA ESTIADI
USIA :33 TAHUN
PEKERJAAN :PEGAWAI SWASTA



PERTANYAAN

1. seberapa sering anda menggunakan internet dalam sehari diwaktu kerja?
2. apakah pekerjaan anda merasa terbantu dengan adanya internet?
3. apa perbedaannya bila bekerja dengan menggunakan internet dengan tanpa internet?

X : seberapa sering anda menggunakan internet dalam sehari diwaktu kerja?
Y1: cukup sering, sepanjang hari bekerja, begitu saya menyalakan komputer langsung terhubung internet

X : apakah pekerjaan anda merasa terbantu dengan adanya internet?
Y1: terbantu sekali. Pekerjaan saya membutuhkan kecepatan dalam mengirim data, dari pada dikirm via pos atau titipan kilat akan membutuhkan waktu yang lama

X: apa perbedaannya bila bekerja dengan menggunakan internet dengan tanpa internet?
Y1: waktunya lebih cepat, efisien, dari pada yang tidak menggunakan internet

X: seberapa sering anda menggunakan internet dalam sehari diwaktu kerja?
Y2: sering banget. Karena itu bisa menambah kinerja pekerjaan, karena pekerjaaan saya berhubungan dengan perminyakan sementara backround saya bukan perminyakan, jadi kalau ada hal2 yang saya tidak tahu, saya cari di internet. Selain itu juga saya bisa mencari

X: apakah pekerjaan anda merasa terbantu dengan adanya internet?
Y2:sangat terbantu sekali. Saya bisa mencari software2 yang saya butuhkan dalam pekerjaan saya.

X: apa perbedaannya bila bekerja dengan menggunakan internet dengan tanpa internet?
Y2: dengan menggunakan internet, waktu kita akan lebih efektif. Kalau tidak menggunakan internet waktu yang dibutuhkan akan lebih banyak.

ANALISIS SKRIPSI

1. Judul skripsi : Persepsi Masyarakat Terhadap Pesan Lingkungan Hidup Di Televisi
(Studi kasus pada warga JL. Satria 11 RT/RW 006/004, Grogol Petamburan, Jakarta Barat tentang program Let’s Go Green versi Green Minute di Meto TV)

Nama : Daisy Melinda Tania
NIM : 2004080728
Jumlah halaman : 5 bab, 103 halaman, 3 gambar, 21 tabel, 7 lampiran
Referensi : 27 buku, 3 artikel, 3 situs web

Analisis :
pada masa yang kritis akan permasalahan pemanasan global, Metro TV mengkampanyekan Let’s Go Green pada tahun 2008 untuk menyadarkan dan mengedukasi masyarakat Indonesia akan ancaman pemanasan global. Penelitian ini membahas tentang persepsi masyarakat terhadap pesan tentang lingkungan hidup di televisi dalam program Let’s Go Green Minute di Metro TV pada warga JL. Satria 11 RT/RW 006/004, Grogol Petamburn, Jakarta Barat.

teori yangdigunakan dalam penelitian ini antara lain teori komunikasi, teori komunikasi massa, teori media massa, teori persepsi, teori pemirsa, teori pesan, teori televisi, teori proses produksi, teori tema cerita, teori kualitas visual, teori waktu penayangan, teori durasi penayangan dan teori penyusunan deskriptif.

penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif untuk mengukur persepsi masyarakat terhaap pesan tentang lingkungan hidup di televisi dari berbagai segi. Setelah melakukan pengambilan sampel dengan berbagai teknik non-probabilitas metode purposive sampling, maka diperoleh responden sejumlah 53 orang.

Setelah menolah data kuesioner, maka diperoleh kesimpulan bahwa tema cerita Green Minute cukup disukai oleh responden dan dianggap cukup menarik. Demikian juga dengan kualitas visual Green Minute juga dianggap bagus. Informasi yang disampaikan juga mudah untuk dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, persepsi masyarakat terhadap waktu penayangan dan durasi penayangan Green Minute tidak cukup bagus. Oleh karena itu masyarakat berharap pihak Metro TV akan menambah waktu penayangan Green Minute.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada pihak Metro TV agar menambah waktu penayangan Green Minute agar informasi yang disampaikan akan diperoleh lebih mendalam oleh masyarakat yang lebih luas

Diperoleh dari : Perpustakaan STIKOM LSPR Jakarta
No : 370.110.08


2. Judul skripsi : Pemahaman Perempuan Indonesia Mengenai Pesan kanker Serviks
(Study Deskriptif : ibu-ibu rumah tangga di Ulujami Jakarta Selatan)

Nama : Nadya Rindrani
NIM : 2004.08.0655
Jumlah halaman : 87 halaman, 7 lampiran
Referensi : 26 buku, 2 internet website, 2 brosur



Analisis :
Latar belakang penelitian ini adalah begaimana onformasi mengenai kanker serviks dapat diterima oleh ibu-ibu rumah tangga. Informasi tersebut disebarkan melalui brosur. Brosur merupakan salah satu media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan brosur komunikasi yang sebelumnya belum diketahui dapat menjadi informasi yang menambah wawasan.

Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sample adalah non probability sampling dengan menggunakan metode pursosive sampling, dengan responden 50 orang.

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan bagaimana pemahaman pesan kanker serviks kepada ibu rumah tangga dari sisi bentuk dan sisi bahasa pesan. Hasil penelitian adalah masyarakat memberikan tanggapan positif terhadap pesan dalam brosur kanker serviks, namun sebagian kecil responden belum paham, bahkan tidak mengerti tentang kanker serviks.

Implikasi atau sasaran adalah peneliti perlu dilanjutkan dengan metode penelitian lainnya agar informasi kesehatan mengenai kanker serviks dapat diketahui secara terpadu oleh ibu-ibu rumah tangga dilingkungan perkampungan atau pedesaan.

Diperoleh dari : Perpustakaan STIKOM LSPR Jakarta
No : 370.109.08


3. Judul skripsi : Strategi Band Baru Dalam Mempromosikan Album
(Studi deskriptif pada band Pilot)

Nama : Oloppy Simanjuntak
NIM : 2004.080.300
Jumlah halaman : 5 Bab, 64 halaman
Referensi : 24 buku, internet website, dan media surat kabar

Analisis :
Dalam penelitian ini, dibahas strategi sebuah grup band dalam mempromosikan album baru. Objek penelitian yang diambil dalam hal ini adalah grup band Pilot yang baru pada awal tahun 2008 mengeluarkan album perdananya.

Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi grup band Pilot dalam mempromosikan album. Kemudian bertujuan untuk diketahui apa sajakah strategi-strategi yang digunakan dalam mempromosikan album dan seperti apa proses pelaksanaannya.

Penelitian ini didukung oleh beberapa teori seperti teori komunikasi, teori komunikasi massa, teori strategi, teori musik, dan juga teori promosi yang menjadi bahan pembahasan dibab ii dan iv.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yang menggunakan metode analisis data secara kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui data primer dan juga data sekunder.

Band Pilot merupakan grup band baru yang pada awal tahun 2008 ini meluncurkan sebuah album yang diberi judul ’Sepanjang Hidupku’. Band ini beraliran musik hard love, yaitu bertemakan cinta tetapi mengandung unsur-unsur rock dalam aransemen musiknya. Beranggotakan 5 personil, band ini yakin dan optimis bisa ikut meramaikan belantika musik Indonesia.

Diperoleh dari : Perpustakaan STIKOM LSPR Jakarta
No : 370.210.08

REPORTING

MENKEU MEMBEBASTUGASKAN UNIT KEBERATAN PAJAK
VISUAL AUDIO
PRESENTER



SRI MULYANI



KANTOR PUSAT DITJEN PAJAK



FOTO GAYUS TAMBUNAN, RUMAH MEWAH MILIKNYA


HENIKUS MANAO MENTERI KEUANGAN SRI MULYANI MEMBEBASTUGASKAN SEMUA STAF DAN PIMPINAN DI UNIT KEBERATAN PAJAK/ TEMPAT GAYUS TAMBUNAN BEKERJA DI KANTOR PUSAT DIREKTORAT JENDERAL PAJAK//

LANGKAH INI DIHARAPKAN AKAN MEMBERIKA N KELELUASAAN KEPADA PETUGAS PAJAK LAINNYA/ UNTUK MEMERIKSA SEMUA KASUS SENGKETA PAJAK YANG TERJADI ANTARA TAHUN 2006 DAN 2009//

SYNC : SRI MULYANI / MENTERI KEUANGAN
SALAH SATU LANGKAH INTERNAL YANG KAMI LAKUKAN SEHUBUNGAN DENGAN KASUS MAKELAR PAJAK ADALAH MEMERIKSA SEMUA BIDANG PEMERIKSAAN PAJAK// UNTUK JANGKA PENDEK MEMBEBASTUGASKAN SEMUA JAJARAN DAN STAF UNIT KEBERATAN/ BERSAMA GAYUS //

PEMERIKSAAN DILAKUKAN SECARA MENYELURUH TERHADAP APARAT PAJAK/ WAJIB PAJAK/ DAN HAKIM PAJAK YANG TERSNGKUT//

PADA SAAT YANG SAMA / SEMUA PEJABAT DI DITJEN PAJAK SERTA DITJEN BEA CUKAI/ DIWAJIBKAN MENYERAHKAN DAFTAR KEKAYAANNYA/ DISERTAI PEMERIKSAAN KEMBALI SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK BEBERAPA TAHUN TERAKHIR//

KEPUTUSAN INI TIDAK TERLEPAS DARI MUNCULNYA KASUS MAFIA PAJAK DI PENGADILAN PAJAK/ YANG MENGUNGKAPKAN DUGAAN KETERLIBATAN STAF PELAKSANA GOLONGAN 3A DITJEN PAJAK/ GAYUS TAMBUNAN// GAYUS SENDIRI SUDAH DINYATAKAN BERSALAH MELANGGAR KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL/ KERENA MENERIMA DANA DILUAR PENGHASILAN POKOKNYA SEBESAR 12 JUTA RUPIAH PERBULAN/ YAKNI SENILAI 370 JUTA RUPIAH//

SYNC : HEKINUS MANAO / JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN
KAMI MENUJU KE PEMBERIAN PUTUSAN PEMBERHENTIAN / TETAPI TETAP MENGIKUTI PROSEDUR / ANTARA LAIN MEMANGGIL TIGA KALI DENGAN DURASI 24 JAM//

PENGAMAT PAJAK DARUSSALAM MENYARANKAN/ KASUS GAYUS SEBAIKNYA DIJADIKAN MOMENTUM OLEH PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO UNTUK BERTINDAK LEBIH TEGAS DAN MEYELURUH//

NATARINI MELAPORKAN DARI JAKARTA

CV

PERSONAL DETAILS

Full Name :Anggita wahyudiati
Sex :female
Place, Date of Birth :jakarta, 29 april 1984
Nationality :Indonesia
Marital Status :single
Height, Weight :160cm, 55kg
Health :perfect
Religion :moeslem
Address :jl tebet dalam 1j no 16a
Mobile :
Phone :
E-mail :anggita.w@2007.lspr.edu

EDUCATION BACKGROUND

1990-1996 : SDN 4 pandeglang
1996-1999 : SLTP 1 pandeglang
1999-2002 : SMU 1 pandeglang
2002-2005 : akademi terapi wicara
2007-2010 : The London School of Public Relation
Mass communication

QUALIFICATIONS

1. computer literate (MS word, MS Excel, MS power point, MS access, MS outlook)
2. internet literate


INTEREST

travelling, listen music, watching movie, read

Rabu, 06 Januari 2010

DRAMATURGIS SAHABATKU




DIARY SHEET 1
Hari : Kamis
Tanggal : 03 desember 2009
Jam : 10.00 wib
Tempat : Rumah Sakit Kanker ”Dharmais” Jakarta

PENGAMATAN

Pagi itu di lobby rumah sakit kanker Dharmais tampak ramai pengunjung . kursi-kursi yang berjejeran disepanjang ruangan tampak dipenuhi oleh orang-orang yang entah mereka sedang menunggu panggilan masuk ke ruang periksa, atau mereka memang sedang menunggu kerabatnya. Jalan sedikit menuju lorong sebelah kiri, saya memasuki sebuah ruangan yang berada tepat disebelah ruangan instalasi gizi. Ruangan yang saya masuki tersebut merupakan sekretariat Indonesian Journal of Cancer RS. Kanker “dharmais”

Diruangan Indonesian Journal of Cancer RS. Kanker “dharmais” tampak seorang wanita muda sedang sibuk didepan komputer. Diruangan yang cukup luas tersebut, wanita muda itu terlihat hanya sendirian. Tak lama setelah itu datanglah seorang lelaki berumur 37an duduk dikursi yang bersejajaran dengan wanita tersebut. Mas Herman, lelaki tersebut disapa oleh wanita muda tersebut. Sebagai seorang sekretaris dari jurnal ilmiah kanker ia memang bekerja seorang diri diruangan tersebut. Namum, pada hari ini ia mendapat bantuan dari Mas Herman yang bertugas menjadi kurir. Wanita muda tadi tengah membuka email di acount google miliknya. Ia mendapatkan beberpa laporan dari rumah sakit yang telah menerima pengiriman jurnal kanker. Lalu ia bergegas menuju telepon yang ada tak jauh dari kursinya. Obrolan di telepon pada pagi itu terdengar seperti sedang membahas mengenai isi jurnal. Dari obrolan di telepon tersebut dapat saya perkirakan kalau ia sedang berbicara dengan seorang dokter spesialis.

Rini (25) biasa wanita tersebut disapa merupakan teman lama saya ketika SMP. Ketika duduk dibangku SMP kelas 1 ia didiagnosa Leukemia. Setelah dinyatakan sembuh dari leukemia ia bekerja di jurnal ilmiah kanker di RS. Kanker “Dharmais” jakarta. Ia juga aktif di Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI). Lalu dengan teman-temannya di yayasan tersebut ia juga membentuk CBC (Cancer Buster Community). Yang merupakan perkumpulan bagi para mantan poenderita kanker dan mereka aktif mengadakan kunjungan ke berbagai rumah sakit dan juga aktif mengadakan seminar-seminar.

Pada siang harinya, ia jalan keluar menuju sebuah kantin disudut rumah sakit. Siang itu dikantin tidak terlalu ramai, hanya tampak beberapa pungunjung maupun pegawai rumah sakit yang sedang menikmati santap siangnya. Rini, tampak memesan disebuah kedai masakan jawa. 5 menit kemudian ayam penyet sudah siap untuk dilahapnya. Kalau pegawai-pegawai lain tampak makan siang bersama beberapa rekannya. Hal tersebut berbeda dengan Rini yang datang dan makan hanya seorang diri.

Sekitar pukul 13.00 Rini shalat di mushola lantai 1 RS. “Dharmais” . tampak 3 orang lelaki juga shalat disana. Setelah itu ia menaiki lift menuju ke lantai 4 ruang anak. Rupanya hari ini merupakan jadwal ia mengunjungi pasien kanker anak. Beberapa anak ia sapa dan ia beri semangat. Anak-anak tersebut tampak senang dan bahagia. Sayang hanya sekitar 15 menit ia berbincang-bincang dengan mereka. Karena ia sudah dipanggil dokter untuk datang keruangannya. Setelah keluar dari ruangan dokter, ia langsung bergegas menuju ruangannya. Didepan komputer ia tampak sibuk mengetik hingga sore hari. Kembali ia memasuki mushola untuk shalat. Setelah itu ia masuk kembali keruangannya untuk mengambil tasnya. Tampak ia berpamitan dengan Mas Herman, lalu bergegas keluar dari rumah sakit.

Ditengah hiruk pikuk jalanan slipi yang sore itu tampak padat dan macet, Rini berdiri dengan sabar untuk menunggu bis yang menuju kearah pancoran. Tak lama kemudian ia menaiki sebuah bus 46. Lalu ia hilang dari pandangan.

DIARY SHEET 2
Hari : Jumat
Tanggal : 04 Desember 2009
Jam : 09.00 wib
Tempat : Rumah Sakit Kanker ”Dharmais” Jakarta

PENGAMATAN

Berbeda dengan kemarin, hari ini Rini sudah ada dikantornya satu jam lebih awal. Tepat pukul 09.00 ia sudah berada diruangannya. Tampak ia membereskan beberapa berkas yang berserakan dimejanya. Terdengar bunyi handphone dari tasnya. Ternyata itu telepon dari dokter. Dari mulutnya yang mungil ia tampak mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia mengiyakan perintah dari atasannya tersebut.

Sekitar pukul 13.00 telah hadir beberapa dokter spesialis diruangan tempat ia bekerja. Rupanya pada hari itu mereka akan mengadakan rapat mingguan. Didalam ruangan tersebut ada sebuah meja persegi panjang berukuran besar, yang dikelilingi oleh 6 buah kursi. Tampak duduk disebelah kanan 2 orang dokter laki-laki setengah baya. Disamping kanan 2 orang dokter wanita berparas ayu yang juga berumur sekitar 50 tahun. Dilihat dari gaya gaya bicara dan berpakaian terlihat bahwa mereka merupakan bukan dokter umum biasa. Mereka merupakan dokter spesialis senior dari Rumah Sakit Kanker “Dharmais”. Kerutan diwajah mereka dan uban yang menghiasi rambut mereka menambah kewibawaan mereka. Gaya bicara yang sistematis menambah kesan terpelajar. Rini tampak serius mendengarkan dokter-dokter tersebut berbicara. Duduk ditengah-tengah para dokter senior tersebut tidak membuat Rini merasa canggung atau kaku. Sepertinya is sudah merasa akrab dengan mereka. Walaupun ia hanya seorang sekretaris, tapi ditengah-tengah rapat tersebut pendapat ia pun tetap diperhitungkan. Sembari mencatat beberapa point penting dari apa yang dibicarakan, sesekali ia tampak menjamu peserta rapat. Kue-kue kering ditoples ia tawarkan kepada semuanya. Tepat pukul 15.00 rapat hari itu selsesai.

Setelah membereskan meja rapat dan menyusun beberapa berkas, ia mendapat telepon. Dari pembicaraan yang terdengar, tampaknya ia akan menghadiri sebuah acara dikawasan thamrin. Setelah shalat, ia bergegas menuju pintu keluar RS. Tak seperti kemarin, kali ini ia memanggil ojeg yang sedang mangkal didepan pintu gerbang RS. Dengan sigap ia langsung menaiki ojeg yang sepertinya sudah menjadi langganannya.

Ternyata ia menghadiri sebuah acara penggalangan dana untuk anak-anak penderita kanker. Acara tersebut diadakan di sebuah mal ternama dikawasan Thamrin. Acara tersebut dihadiri banyak artis dan penyanyi. Malam itu Rini bersama teman-temannya dari Yayasan kanker anak, memberikan testimoni didepan para pengunjung. Berikut ini merupakan penggalan testimoni dari Rini

“Aku telah melewati masa-masa perjuangan melawan leukemia sejak tahun 1996, ketika aku masih SMP. Sebelum tahu menderita leukimia, aku lebih dulu sering sakit-sakitan. Biasanya, aku demam selama satu minggu. Setelah dibawa ke dokter, aku memang sembuh. Tapi baru tiga hari, demam datang lagi. Kata dokter cuma pilek, namun kenapa selalu berulang-ulang?

Suatu hari, aku diajak Mama yang berprofesi sebagai guru, menjenguk muridnya yang sakit leukemia. Kebetulan murid itu masih saudara jauh kami. Kondisinya sungguh menyedihkan. Wajahnya begitu pucat dan rambutnya rontok. Awalnya, dia juga mengalami demam dan cepat lelah seperti aku.

Entah karena pernah membesuk muridnya itu atau memang merisaukan penyakitku, begitu aku demam lagi, Mama cepat-cepat membawaku ke dokter spesialis penyakit dalam. Kali ini, Pak Dokter menyarankan agar aku cek darah di Rumah Sakit Dr.Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Tiba di RSCM aku langsung cek darah dan diopname. Meski hasil laboratorium baru diketahui seminggu kemudian, Mama menangis sejadi-jadinya. Mama menebak-nebak dan khawatir aku terkena leukemia. Seminggu pasca cek darah merupakan masa awal penderitaan. Rupanya dugaan kuat Mama memang benar. Hasil cek darah di laboratorium
menunjukkan aku menderita leukemia.

"Rin, kamu sakit seperti mereka," kata Mama sembari menunjuk teman-teman satu bangsal di RSCM. Aku yang masih kecil dan lugu waktu itu, cuma bisa terdiam. Aku memang berada satu ruangan dengan anak-anak penderita leukemia. Aku merasa sedih melihat rekan sebayaku yang mukanya pucat akibat sel darah merahnya dimakan sel darah putih di tubuh sendiri.

Pelan tapi pasti, kematian langsung membayang di mataku. Wajah tembem dan pucat, rambut rontok sampai botak seperti teman-teman sebangsal, akankah kualami juga? Apakah nasibku akan seperti murid ibuku yang kemudian meninggal? Aku bergidik takut. "Enggak apa-apa. Bisa sembuh kok. Kamu belum terlambat berobat," kata dokter Jayadiman yang merawatku. Ungkapannya memberi cahaya

Hari berikutnya terasa suram. Masih kuingat betul, aku diopname pertama kali tanggal 23 Oktober 1996. Artinya tiga hari kemudian aku berulang tahun ke-12. Tak ada pesta ulang tahun. Yang ada hanyalah kesakitan. Aku membayangkan hari-hari ke depanku yang buram dan tak pasti. Namun, setiap kali terngiang kata-kata Dr. Jayadiman tentang peluang sembuh, semangatku timbul kembali.

Itu sebabnya, aku rajin minum obat. Padahal usai minum obat, biasanya rasa sakit di tubuh seakan malah menjadi-jadi. Kadang terasa capek yang tak kepalang. Atau sebagian tubuhku seperti ditusuk-tusuk. Masih ditambah lagi, aku seminggu sekali dikemoterapi. Bukan main sakitnya usai dikemo yang bertujuan mematikan sel kanker. Dampaknya adalah rasa mual yang bukan main kuatnya.

Selama diopname, aku terus-menerus dikemoterapi. Secara tak sadar aku telah mematikan rasa sakit di tubuhku. Jadi, setiap kali harus menjalani pengobatan, aku sudah kebal. Akhirnya, setelah 2,5 bulan dirawat, aku diizinkan pulang. Selama itu, aku sudah ditransfusi darah sebanyak 56 kantong.

Meski sudah diizinkan pulang, bukan berarti aku sudah sembuh. Aku masih harus kontrol seminggu sekali. Hidupku masih bergantung pada obat dan terkadang transfusi darah. Bisa dibayangkan betapa kerasnya perjuangan Mama mempertahankan hidupku. Betapa tidak?

Seminggu sekali kami harus ke RSCM. Padahal, kami tinggal di Kampung Pabrik Pandeglang, tak memiliki alat transportasi pribadi untuk ke Jakarta. Untuk kepentingan ke RS, kami harus seharian di angkutam umum. Selama di jalan, sering aku mesti menahan sakit. Kesehatanku memang belum baik betul.

Aku juga tak pernah lagi bermain bersama teman-teman sebayaku. Sekian tahun aku melewati hari-hariku di dalam rumah. Begitu membosankan. Karena bosan pula, sesekali aku mogok minum obat. Tapi Mama tak pernah jera menyodorkan obat padaku. Oh tidak. Aku tak mau menyerah! Aku harus sembuh!!”

DIARY SHEET 3
Hari : Sabtu
Tanggal : 05 Desember 2009
Jam : 10.00 wib
Tempat : Rumah Sakit Kanker ”Dharmais” Jakarta

PENGAMATAN

Hari sabtu sebenarnya Rini libur bekerja. Hanya saja pada hari ini ia bersama teman-temannya dari Yayasan Onkologi Anak Indoneisa yang tergabung dalam Cancer Buster Community merencanakan untuk mengadakan kunjungan ke bangsal anak di Rumah Sakit Kanker Dharmais jakarta. Pagi itu bersama 5 orang temannya, dengan penuh semangat mereka menuju kelantai 4. Mereka datang tidak dengan tangan kosong. 10 lebih bingkisan telah mereka siapkan untuk dibagikan pada pasien anak kanker. Sesampainya dibangsal anak, mereka memasuki satu persatu ruangan yang terdiri dari 3 orang pasien tersebut. Tampak kebahagian terpancar dari wajah anak-anak penghuni bangsal itu. Mereka antusias sekali manyambut Rini dan teman-teman. Apa lagi ketika bingkisan cantik yang telah disiapkan mereka bagikan satu persatu pada anak-anak tersebut. Walaupun dengan kondisi yang memprihatinkan, seperti tangan yang diinfus, selang yang terpasang dihidung, bahkan ada beberapa anak yang kondisi fisiknya sangat memprihatinkan. Ada anak yang mengidap kanker mata, tampak bengkak mata sebelah kirinya. Kanker tulang, terlihat bengkak dibagian tangan dan kaki. Hampir dari anak-anak tersebut kesemuanya mengalami kerontokan rambut yang menyebabkan hampir kebotakan. Dapat dimaklumi karena hal tersebut diakibatkan oleh efek yang dialami ketika mereka menjalani pengobatan penyinaran (radiotherapy) yang berfungsi untuk membunuh sel-sel kanker. Walaupun demikian kondisi mereka, tapi pancaran semangat terlihat jelas diwajah-wajah lucu mereka. Rini dan teman-temanpun merasa puas terhadap kunjungan mereka hari itu.

Disela-sela perjalanan pulang menuju tempat kost nya, ia sempat bercerita pada salah seorang temannya mengenai masalah pribadinya. Ia bercerita bahwa orang tua terutama ibunya terus saja mendesak dirinya untuk segera menikah. Padahal ia yang kini tengah asik-asiknya dengan pekerjaan dan kegiatan sosialnya, ingin memfokuskan dirinya dulu pada kedua hal tersebut. Karir dan kegiatan sosial merupakan dua hal terpenting dalam hidupnya saat ini. Masalah jodoh ia serahkan pada Yang Maha Kuasa. Ia bertutur, bahwa ia pun ingin menikah, Cuma sekarang belum saatnya. Selain karena kesibukannya yang menyita waktunya, juga dikarenakan ia merasa belum menemukan lelaki yang cocok yang bisa mendampingi dirinya. Kalau tidak didesak ibunya, sebenarnya ia merasa baik-baik saja. Cuma karena desakan yang begitu hebat yang datang dari ibunya tersebut, membuat dirinya merasa tertekan. Bahkan ia sempat menitikkan air mata ketika bercerita bahwa ibunya begitu khawatir dengan kondosi dirinya yang masih sendiri, sementara anak-anak teman dari ibunya hampir semuanya sudah menikah. Untuk pertama kalinya pada hari itu ia terlihat sedih dan tidak bersemangat. Temannya yang mendengarkan cerita dia tak ragu untuk memberikan masukan dan semangat kepada Rini.

Rini juga sempat diwawancarai sebuah harian ibu kota. Berikut ini merupakan hasil petikannya

Sembuh dari leukemia 10 tahun lalu tidak membuat Natarini Setianingsih jera berhubungan dengan penyakit itu. Kini, bersama empat survivor lainnya, ia justru terjun mendampingi anak-anak penderita kanker. Sejak dua tahun lalu, wanita yang akrab dipanggil Rini itu mendirikan Cancer Buster Community (CBC), komunitas anak dan remaja eks penderita kanker. Kami tergugah untuk memotivasi orang tua dan anak penderita kanker, ujar mojang kelahiran 26 Oktober 1984 itu.

Pasalnya, selama ini, stigma kanker masih menjadi momok menakutkan di masyarakat. Kalau sudah divonis kanker, banyak orang menyerah dan berpikir tentang kematian. Padahal tidak seperti itu seharusnya. Di sinilah CBC berperan, mulai dari melakukan kampanye, pendampingan, hingga memotivasi penderita dan orang tuanya.

Pendampingan tidak melulu serius, khususnya bagi pasien anak. Menemani mereka bermain dan belajar saja sudah cukup.
Sebab, selain deteksi dini dan terapi, psikis yang optimistis dan bahagia akan membantu penderita cepat sembuh. Saat ini, ada sekitar 35 anak yang didampingi CBC. Sebagian merupakan pasien Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Kanker Dharmais. Di Jabodetabek dan Bandung, anggota CBC mencapai 25 orang.

Rini juga aktif di Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) dan Indonesian Journal of Cancer (IJC), jurnal ilmiah bagi para onkolog seluruh Indonesia. Tidak jarang ia diundang sebagai pembicara dan memberi testimoni sebagai survivor. Dua tahun lalu, ia mewakili Indonesia dalam ajang International Survivor Meeting yang digelar di India. Pada Hari Kanker Anak Internasional, Februari 2006, ia juga menjadi salah satu survivor yang memberi kesaksian di Istana Negara. Hidup saya seperti sudah diarahkan untuk bersentuhan dengan kanker, ujarnyatersenyum.

Untungnya, sejak kecil Rini memang sudah bercita-cita berkarier di bidang medis. Tapi bukan sebagai dokter, perawat, atau bidan, tapi di bidang kebijakan kesehatan, ujar perempuan yang hobi menonton film dan mendengarkan musik ini. Saya menikmati aktivitas yang saya lakukan. Banyak bertemu orang, bisa saling berbagi dan mendapat ilmu. Ternyata ada berkah di balik kanker yang sempat saya derita,
ungkap sarjana ilmu politik itu.